Media Pembelajaran PAI

Kisah Qarun

Qarun adalah sepupu Nabi Musa as, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Nabi Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Nabi Yaqub. Nama lengkapnya adalah Qarun bin Yashhab bin Qahits. Qarun sering disebut dengan Munawwir karena keindahan suaranya dalam membaca kitab Taurat. Awal kehidupannya Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak, beliau adalah pengikut Nabi Musa as yang alim. Beliau paling banyak membaca kitab Taurat diantara teman-teman kaum Israil lainnya. Namun, karena kondisi serba kekurangan, beliau datang menghadap Nabi Musa memohon Nabi Musa berdoa kepada Allah untuk memberinya rezki. Doa Nabi Musa didengar Allah Swt, kehidupan Qarun berubah menjadi kaya raya. Setelah dikarunia harta yang banyak, ia malah berbalik menjadi orang yang sombong. Qarun beranggapan bahwa harta yang dimilikinya merupakan hasil usahanya sendiri. Meskipun Qarun merupakan sepupu Nabi Musa, justru ia menjadi salah satu pendukung Fir’aun pada masa itu. Hal ini dilakukannya agar ia tetap menduduki posisi yang strategis dalam bisnisnya mengingat saat itu Fir’aun adalah raja yang sangat berkuasa bagi kaum Israil.

Dikisahkan dalam al-Quran, Qarun sering mengambil harta dari Bani Israel, harta-harta ini disimpannya di salah satu dari ribuan gudang yang dimiliki. Gudang-gudang yang berisikan harta melimpah, emas dan perak. Kondisi yang kaya raya menjadikan Qarun orang yang sombong dan suka pamer. Biasanya orang-orang kaya menyimpan kunci harta mereka di tempat rahasia agar tidak ada seorangpun yang tahu. Berbeda dengan Qarun, dia bisa saja membuat sebuah tempat besar yang tersembunyi untuk menampung kuncikuncinya, namun ia tidak melakukannya bahkan sebaliknya mengerahkan orangorang kuat untuk memikul kunci tempat menyimpan harta yang berat lalu berkeliling perkotaan semata-mata ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya.

Jadi kebiasaanya adalah membawa sepuluh orang kuat kemanapun dia pergi. Kesepuluh orang ini adalah pria-pria perkasa yang berotot kekar. Mereka mengikuti Qarun kemanapun dia pergi hanya untuk membawakan kunci-kuncinya. Meskipun sudah dibawa sepuluh orang pria perkasa, tetap saja mereka merasa bahwa kunci-kunci Qarun terasa berat.

Kebiasaan Qarun yang lain adalah dia selalu menggunakan pakaian yang berbeda setiap kali keluar rumah. Pakaian-pakaiannya merupakan jubah-jubah mewah yang paling mahal harganya di zaman itu. Dia juga punya memiliki banyak kuda, tentara pribadi, istana dan harta yang berlimpah tidak terhitung jumlah kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.

Qarun juga senang memperalat orang-orang disekitarnya. Dia bisa melakukan apapun karena kekuatan. Fir’aun adalah teman baik Qarun. Jika ada seseorang yang punya masalah dengannya. Qarun tinggal memberitahu Fir’aun maka habislah orang tersebut. Jadi tak seorangpun berani dengan Qarun. Dia adalah seorang tirani yang dijadikan Allah sebagai simbol dalam al-Quran.

Dikisah juga dalam al-Quran bagaimana Qarun memilih pakaian terbaiknya. Pada suatu hari Qarun pergi ke pekarangan istananya yang luas dan dia berjalanjalan sambil memilih-milih kudanya, dan berkata “Kuda itu yang disana! Kuda yang memiliki bulu paling putih. Aku ingin menaiki kuda itu sekarang!” Para penjual kuda dengan cepat menghias kuda itu dengan berbagai macam pernakpernik. Andaikan orang-orang di jalan melihat kuda putih itu, tentu mereka akan terkagum-kagum melihatnya. Tak lama kemudian Qarun menaiki kuda putih itu dan berkata” “Tentara-tentaraku! Datanglah kemari!” Kemudian dia menunjuk tentara-tentara terbaiknya. Lalu tentara –tentara itu berbaris mengikutinya dari belakang. Kemudian menunjuk sepuluh orang pria kekarnya dan berkata “Bawalah semua harta-hartaku! Hari ini aku ingin menunjukkan harta-hartaku pada orang-orang. Bawa semua emas, perak, perunggu, barang-barang mewahku, koleksi pribadiku, dan yang lainnya. Aku ingin kalian membwa semuanya. Bahkan semua kalian para tentara juga harus membawanya! Ketika kita lewat, aku ingin semua orang terkagum-kagum melihat banyaknya hartaku.”

Dia membawa semua harta karunnya, ada rubi, permata, mutiara, emas, dan berbagai bentuk. Ketika dia berparade keliling kota dari istananya, orang-orang di jalan melihatnya sambil berkata “Lihatlah semua ini. Andai saja kita mempunyai apa yang Qarun miliki,” Mereka sangat menginginkan harta itu. Seluruh kota menyaksikannya. Di antara mereka juga ada ahli agama sambil menasehati dan berkata “Jangan meminta seperti itu. Sesungguhnya apapun yang Allah berikan kepadamu sudah cukup.”

Qarun keluar membawa semua hartanya dan orang-orang di jalan melihatnya dengan terkagum-kagum. Ada orang di sisi kanan dan ada di sisi kiri, sedangkan rombongan Qarun berada di tengah-tengah. Ketika dia merasakan keangkuhan yang tertinggi, Allah memerintahkan bumi untuk menelannya. Tiba-tiba bumi bergemuruh, jalanan mulai retak. Retakan itu semakin membesar sehingga terbentuklah sebuah lubang yang menganga. Lubang yang besar itu menelan Qarun beserta semua tentara, kunci-kunci, hartanya, bahkan Allah memerintahkan bumi untuk menelan istananya! Dan orang-orang yang sedang mengamati, beberapa dari mereka berlarian, tapi pada akhirnya mereka sadar bahwa bumi hanya menelan Qarun dan hartanya. Kemudian bumi kembali seperti semula seakan-akan tidak ada yang terjadi. Orang-orang sangat terkejut. Allah telah menunjukkan kepada orang-orang dan Qarun tentang siapa raja yang sesungguhnya.